9 Desa/Kelurahan di Kota Prabumulih Bebas Stunting
Prabumulih, Gemasab Pos. Id. – Saat ini di Kota Prabumulih masih terjadi kasus stunting, ini tentunya mengancam generasi muda di masa depan, karena, menghambat pertumbuhan dalam mencetak generasi cerdas dan berkualitas. Makanya, perlu diantisipasi dan dicegah sejak dini.
Menangani permasalahan serius ini, Pemerintah Kota Prabumulih terus berupaya menekan angka stunting guna mewujudkan Prabumulih maju dan masyarakatnya sejahtera, dan Alhamdulillah dari informasi yang didapat, upaya Pemerintah Kota Prabumulih tersebut membuahkan hasil memadai dimana saat ini terdapat 9 Desa/Kelurahan yang dinyatakan bebas Stunting.
Walikota Prabumulih H. Elman, ST., MM, belum lama ini mengungkapkan bahwa penurunan angka stunting di Kota Prabumulih tak lepas dari upaya pemerintah dalam memberikan bantuan dan pelayanan kepada masyarkat.
Menurutnya, seluruh OPD dan juga instansi vertikal, terlibat dalam penangganan masalah stunting ini, sehingga angka stunting perlahan tetapi bisa terus diturunkan.
“Tentunya hal tersebut tidak terlepas dari berbagai program dan kebijakan-kebijakan yang diimplementasikan oleh Pemerintah Kota Prabumulih selama ini. ,”ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Prabumulih, dr Hj Hesti Widyaningsih MM MARS, menyampaikan, untuk mencapai kondisi bebas stunting, pihaknya telah melakukan pemetaan yang tentunya hal tersebut berdasarkan perkembangan yang terjadi, sesuai dengan kriteria dalam penurunan angka stunting yang signifikan.
Menurutnya, Program Makanan Tambahan (PMT) telah menjadi salah satu strategi untuk mengurangi risiko stunting yang diimplementasikan di ke-sembilan kelurahan tersebut.
Ia berharap masyarakat dan fasilitas kesehatan dapat memberikan intervensi yang lebih efektif, untuk memastikan penurunan stunting berjalan secara optimal.
Disamping itu, Ia juga menyampaikan pentingnya inovasi di setiap kelurahan/desa dan Puskesmas setempat, termasuk intervensi yang tepat kepada anak balita yang berisiko mengalami stunting.
Lebih lanjut, Kepala Dinas Kesehatan Prabumulih ini menghimbau dan menekankan, “Setiap kelurahan dan Desa di Wilayah Kota Prabumulih harus memiliki inovasi unik dalam penanggulangan stunting sehingga kota Prabumulih dapat mencapai zero stunting,,” ucapnya.
Kepala DPPKBPPA Prabumulih, Eti Agustina SKM. MKes, diminta tanggapannya, Ia mengatakan, selaku kepala dinas PPKBPPPA, sangat memberi apresiasi yang tinggi terhadap Desa/Kelurahan yang bebas stunting. “Dengan harapan untuk terus meningkatkan kinerjanya, melalui program program KB, pendewasaan usia perkawinan, terus mensosialisasikan pola asuh yang baik dan benar kepada balita, pemantauan tumbuh kembang balita di posyandu dan BKB, Menggerakkan ibu hamil untuk rutin memeriksakan kehamilannya, wanita usia subur rutin minum tablet tambah darah dan calon pengantin untuk mempersiapkan kesehatan reproduksinya sebelum menikah dan hamil.”Ujarnya saat ditemui diruang kerjannya baru baru ini.
Camat Cambai Deni Trianza, SH, MSi, mengatakan, bahwa dalam mengatasi masalah Stunting di Wilayahnya, pihaknya
bersinergi dengan Lurah, Kades bersama TP PKK Kecamatan, Dinas Instansi terkait, serta pihak Swasta lainnya, melakukan pendampingan keluarga beresiko stunting seperti; calon penganten, ibu hamil, keluarga degan bayi balita oleh tim pendamping keluarga. Bersinergi juga degan stake holder terkait untuk mengatasi kebutuhan keluarga penderita stunting sesuai kebutuhan, seperti pembuatan jamban sehat, sumber air bersih, rumah layak huni, pemberian PMT dan lain lain.
Meningkatkan kapasita pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang stunting. ” Alhamdulilah, saat ini, untuk di Kecamatan Cambai ini, Desa Muara Sungai sudah dinyatakan bebas Stunting,” ujarnya.
Senada, Camat Prabumulih Timur, Joni Panhar ST MM, menyampaikan, pihaknya menurunkan tim bekerjasama dengan tim dari Pemerintah Kota maupun tingkat Kelurahan,” Seluruhnya bergabung untuk menurunkan Stunting, ada yang dari rumahnya, kesehatannya, pendidikannya, hingga mana mana yang indikator itu dilengkapi hingga Stunting turun,”ujarnya sembari mengatakan sejauh ini ada beberapa Desa/kelurahan di Kecamatannya yang dinyatakan bebas Stunting di antarannya, Desa Karang Jaya dan Kelurahan Gunung Ibul.
Camat Rambang Kapak Tengah
Satria Karsa,SE,.M.Si, menyampaikan, “Terkait Desa /kelurahan yang sudah bebas Stunting tentunya kita sangat senang. Di Wilayah RKT ini, Desa Sinar Rambang, Desa Karang Bindu, Desa Jungai dan Desa Karangan sudah dinyatakan bebas Stunting,” sampainya.
Dan kita terus berupaya, lanjutnya, dengan Desa/Kelurahan, Puskes Bindan dan kader posyandu untuk terus melakukan edukasi masalah pernikahan Dini, posyandu untuk ibu hamil dan Balita serta memberikan makanan tambahan kepada ibu hamil dan balita untuk di Desa. Bahkan untuk yang balita terkena Stunting juga sudah di lakukan bedah rumah layak huni,”ujarnya.
Sedangkan Camat Kecamatan Prabumulih Utara Jeri Saputra SE. MSi. dalam hal ini mengatakan, dengan adanya program Pemerintah yang bahu membahu untuk menurunkan angka Stunting, Program pak Pj Walikota meneruskan program pak Walikota yang lama, “Alhamdulilah semakin kesini, ya, bahu membahu semua OPD, keroyokan, tolong menolong menurunkan angka Stunting, dan Alhamdulilah semakin kelihatan hasilnya, untuk di Kecamatan Utara ini ada 2 Kelurahan yang dinyatakan bebas Stunting, yaitu Kelurahan Pasar 1 dan Kelurahan Sido Mulyo, ” beber pak Camat Jeri Saputra.
Lurah Kelurahan Gunung Ibul Ani Farida SH, mengungkapkan, kalau tadinya di Kelurahannya ada 2 yang Stunting,” Tapi yang 2 ini, Alhamdulilah yang satunya sudah baikan, sudah normal, dan yang satunya lagi pindah domisili tidak lagi di Kelurahan ini, makanya tidak lagi ditangani disini,”ungkapnya.
Ia membeberkan, dalam penanganan Stunting, “Seperti program pangan tambahan, digalakkan dan perkembangan dia terus dipantau tiap bulannya,”bebernya sembari menyampaikan, semua tim baik dari kader Posyandu, kader Stunting maupun dari kader Puskesmas bekerjasama untuk menurunkan Stunting.(ADV Kominfo)
