Walikota Prabumulih H Arlan Pimpin Langsung Apel Hari Lahir Pancasila
Prabumulih, Gemasab Pos. Id. – Suasana khidmat menyelimuti Lapangan Kantor Pemerintah Kota Prabumulih pada Senin pagi, 2 Juni 2025, saat Wali Kota Prabumulih, H. Arlan, bertindak sebagai pembina apel dalam rangka apel bulanan dan peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2025. Apel ini dihadiri oleh unsur Forkopimda, pejabat pemerintahan, serta seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Prabumulih.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Wali Kota Prabumulih Franky Nasril, S.Kom., M.M., Ketua DPRD Kota Prabumulih H. Deni Victoria, S.H., M.Si., Pabung Kodim 0404/ME, Danramil 404-02 Prabumulih, serta perwakilan dari Polres Prabumulih, Kejaksaan Negeri, Asisten II dan III Setda, para staf ahli, para kepala OPD, kabag, camat, lurah, dan jajaran ASN lainnya.
Dalam sambutannya, Wali Kota Arlan menekankan bahwa Pancasila adalah dasar negara dan ideologi bangsa Indonesia yang harus terus dijaga, dipelihara, dan diamalkan dalam seluruh aspek kehidupan. Menurutnya, Pancasila tidak hanya menjadi warisan sejarah, tetapi juga fondasi moral dan ideologis yang menyatukan seluruh elemen bangsa dalam menghadapi tantangan zaman.
“Pancasila adalah titik temu, sekaligus pemersatu bangsa kita. Kita harus menjadikannya pedoman utama dalam menyongsong masa depan, termasuk dalam mewujudkan visi besar Indonesia Emas 2045,” ujar Arlan.
Wali Kota juga menggarisbawahi pentingnya pengamalan nilai-nilai luhur Pancasila, terutama dalam konteks kerja birokrasi dan pelayanan publik. “Tanpa semangat keadilan sosial, gotong royong, dan persatuan, mustahil kita bisa membangun daerah dan bangsa ini dengan optimal,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Arlan juga membacakan amanat Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang menjadi pokok peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini. Presiden Prabowo mengingatkan bahwa bangsa Indonesia masih menghadapi tantangan serius, seperti praktik korupsi, penyalahgunaan kekuasaan, dan degradasi moralitas.
“Presiden menekankan pentingnya integritas, loyalitas, dan tanggung jawab moral dalam menjalankan tugas kenegaraan. Setiap aparatur negara harus menjadi teladan dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila,” ujar Arlan menyampaikan pesan Presiden.
Presiden juga menyoroti pentingnya peran strategis generasi muda dalam menjaga masa depan Indonesia. Mereka disebut sebagai garda terdepan dalam mempertahankan persatuan nasional dan meneruskan cita-cita luhur para pendiri bangsa.
Masih dalam amanat Presiden yang disampaikan oleh Wali Kota, generasi muda diingatkan untuk tidak apatis terhadap kondisi bangsa. Justru sebaliknya, mereka diajak untuk aktif berkontribusi dalam pembangunan, serta menjadi agen perubahan yang menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila sebagai landasan moral dan sosial.
“Generasi muda adalah penentu arah bangsa. Mereka harus memahami bahwa Pancasila bukan hanya teks yang dibaca saat upacara, tetapi ruh yang harus dihidupkan dalam tindakan sehari-hari,” kata Arlan menegaskan kembali pesan dari Presiden.
Menutup apel, Wali Kota Prabumulih mengajak seluruh peserta dan masyarakat luas untuk terus menjadikan Pancasila sebagai panduan hidup berbangsa dan bernegara. Ia menekankan pentingnya konsistensi pengamalan nilai-nilai seperti persatuan, keadilan sosial, dan gotong royong, terutama dalam kehidupan bermasyarakat dan penyelenggaraan pemerintahan daerah.
“Mari bersama-sama kita bangun Indonesia yang lebih baik dengan semangat gotong royong, keadilan sosial, dan persatuan. Tidak hanya dalam seremoni, tapi juga dalam tindakan nyata sehari-hari,” pungkasnya.
Apel peringatan Hari Lahir Pancasila ini bukan hanya menjadi agenda rutin kenegaraan, namun juga momentum refleksi penting bagi seluruh jajaran pemerintahan Kota Prabumulih. Dengan kehadiran para pemangku kebijakan lintas sektor, apel ini mencerminkan komitmen kolektif untuk memperkuat nilai-nilai Pancasila di seluruh lini kehidupan, dari birokrasi hingga masyarakat akar rumput.
Sebagaimana semangat Pancasila yang inklusif dan mempersatukan, Prabumulih menegaskan bahwa pembangunan daerah harus berpijak pada nilai-nilai luhur bangsa, demi mewujudkan masyarakat yang adil, makmur, dan berdaya saing.
