Demi Kota Lebih Tertata, Walikota H Arlan Bongkar Lapak Liar Di Jalan M Yamin Dengan Cara Humanis
Prabumulih, Gemasab Pos. Id. – 22 Juni 2025, Potret baru Jalan Prof. M. Yamin, kawasan yang pernah menjadi titik padat lalu lintas dan pusat aktivitas pedagang kaki lima di Prabumulih, kini bertransformasi menjadi ruang kota yang rapi, bersih, dan nyaman.
Di bawah kepemimpinan Walikota Prabumulih H. Arlan dan Wakil Walikota Franky Nasril, S.Kom., M.M., wajah Jalan Prof. M. Yamin mengalami perubahan signifikan. Bukan sekadar penataan fisik, tetapi juga penataan sosial dengan pendekatan yang humanis dan berorientasi pada kesejahteraan semua pihak.
Langkah pertama yang dilakukan Pemkot Prabumulih adalah merelokasi para pedagang ke dua lokasi strategis : PTM 2 dan Lapangan Eks Polsek Timur. Bukan dengan paksaan atau intimidasi, tapi dengan komunikasi dan pendampingan intensif. Pemerintah membuktikan bahwa penataan tidak harus identik dengan penggusuran. Sebagian besar pedagang justru merasa lega.
“Awalnya kami khawatir, tapi setelah dijelaskan dan dilihat sendiri tempat baru, ternyata lebih layak. Pembeli juga nyaman,” ujar salah satu pedagang yang kini berjualan di PTM 2.
Setelah area dikosongkan, alat berat mulai diturunkan. Sisa bangunan lapak dibersihkan, saluran air yang sebelumnya tertutup dibuka, dan badan jalan diratakan. Jalan Prof. M. Yamin kini tidak hanya bersih, tapi juga fungsional dan aman untuk semua pengguna jalan.
Warga sekitar menyambut positif perubahan ini. Lalu lintas jadi lebih lancar, udara terasa lebih segar, dan ruang publik mulai digunakan untuk kegiatan komunitas, seperti senam pagi atau bazar UMKM. “Sekarang jalan ini terasa lebih lega. Mata juga adem melihatnya,” ujar Ani, warga Kelurahan Pasar I.
Dalam keterangannya, Walikota H. Arlan menegaskan bahwa penataan ini adalah bagian dari visi besar membentuk Prabumulih yang tertib, manusiawi, dan modern.
“Penataan Jalan Prof. M. Yamin ini bukan hanya soal merapikan kota, tetapi juga memberi ruang yang lebih layak bagi masyarakat dan pelaku usaha. Ini bagian dari misi kami untuk menciptakan Prabumulih yang modern dan tertib,” ungkapnya.
Wakil Walikota Franky Nasril menambahkan bahwa perubahan ini juga mencerminkan komitmen Pemkot terhadap ruang kota yang inklusif, di mana semua warga memiliki hak yang sama atas kenyamanan dan keindahan kota.Perubahan wajah Jalan Prof. M. Yamin kini menjadi buah bibir. Media sosial dipenuhi unggahan warga yang membandingkan kondisi “dulu vs sekarang”. Banyak yang tak menyangka transformasi ini bisa terjadi begitu cepat dan tertib.
Langkah Pemkot ini menjadi contoh penataan kawasan kota tanpa konflik, yang mengedepankan dialog dan solusi. Tidak hanya memberikan manfaat bagi pengguna jalan, tapi juga membuka potensi ekonomi baru dari ruang yang kini bisa dimanfaatkan lebih luas dan aman.
Transformasi Jalan Prof. M. Yamin bukan hanya soal mempercantik kota, tetapi juga membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya keteraturan, tanggung jawab sosial, dan keadilan ruang kota.
Ini adalah simbol keberhasilan Pemkot Prabumulih dalam menjalankan kebijakan pro-rakyat tanpa menyingkirkan rakyat. Jalan ini telah berubah, dan semoga menjadi pemicu perubahan-perubahan lain di kota nan bersahaja ini. (TN)
